Pemilihan Duta Anti Kekerasan Perempuan, Vreity Ugul Raih Wakil Ketua II

TIMURTIMES.COM, Manado – Vreity Ugul, Mahasiswi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, berhasil meraih gelar Wakil II Putri Duta Anti Kekerasan Sulawesi Utara, pada ajang pemilihan Duta Anti Kekerasan Perempuan yang berlangsung sejak 12-13 November 2024.
Kegiatan tersebut digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Utara, dengan pendaftaran dan seleksi berkas yang dilakukan pada 2 sampai 22 September 2024.
“Sangat bersyukur karena bisa mengambil bagian untuk memberi perhatian khusus kepada mereka yang rentan kekerasan dan dapat bekerja sama dengan DP3A dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan,” ungkap Ugul.
Ajang ini memberikan edukasi yang mendalam kepada peserta terkait isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk gender dan dasar hukum terkait tindak pidana kekerasan.
Ugul mengungkapkan kebahagiaannya karena mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat.
“Sangat bersyukur juga karena mendapatkan berbagai edukasi tentang perempuan, anak, gender, tetapi juga tentang dasar hukum kekerasan dan tindak pidana kekerasan,” tuturnya.
Ugul mengisahkan, awal keterlibatannya dalam ajang ini dimulai dari informasi yang ia dapatkan dari dosen di kampusnya. Ia merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam isu kekerasan di Sulawesi Utara.
“Awalnya mendapat informasi dari dosen dan kemudian saya tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut karena saya memiliki keinginan yang besar untuk bisa berperan aktif dalam mencegah dan menangani kekerasan yang ada di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Proses seleksi melibatkan berbagai tahap, termasuk pengumpulan berkas, tulisan tentang kekerasan, dan video anti kekerasan.
Selain itu, Ugul juga aktif dalam sosialisasi kepada mahasiswa asrama IAKN Manado, termasuk memberikan pelatihan “Psychological First Aid”.
“Dalam proses ini ada berbagai hal yang harus dilewati, dimulai dari pendaftaran yang harus melengkapi begitu banyak berkas, memiliki satu tulisan tentang kekerasan, dan video anti kekerasan,” tambahnya.
Pada tahap akhir kompetisi, peserta mengikuti berbagai pembekalan dari DP3A, wawancara, serta sesi tanya jawab pada malam final.
Ugul menyebut bahwa dua hari kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga.
“Selama dua hari kegiatan, kami melewati proses yang sangat luar biasa, di mana kami dibekali untuk memperoleh pemahaman tentang kekerasan dan kemudian perlu usaha penuh untuk memberikan berbagai argumen tentang kekerasan,” ujarnya.
Ugul tidak lupa berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung perjalanannya dalam ajang ini, termasuk keluarga, dosen, dan rekan-rekan di IAKN Manado.
“Dalam kegiatan ini tentunya yang terlibat dalam proses saya yang pertama adalah Tuhan Yesus, orang tua, dosen IAKN Manado, dan kerabat yang ada,” katanya.
Sebagai Wakil II Putri Duta Anti Kekerasan, Ugul berharap agar angka kekerasan di Sulawesi Utara dapat berkurang secara signifikan.
“Harapan ke depan, kekerasan yang terjadi di Sulawesi Utara dapat menurun,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan perubahan positif.
Melalui pesannya, Ugul mengajak seluruh mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari kampus Kristen, untuk berperan aktif sebagai agen perubahan.
“Kekerasan hanya memporak-porandakan kehidupan. Untuk itu, sebagai mahasiswa terlebih lagi berlatar belakang kampus Kristen, mari kita bersama-sama menjadi agen perubahan yang menghadirkan kesetaraan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar peserta ajang serupa di masa depan benar-benar memiliki hati dan kepedulian penuh terhadap isu kekerasan. (Mexie Suot)



