PENDIDIKANSulutTerkini

Dihadiri Wamenag RI, IAKN Manado Gelar Kuliah Umum 

TIMURTIMES.COM, Manado – Mengangkat tema besar “Moderasi Beragama”, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menggelar kuliah umum, Jumat (13/12/2024) di Aula IAKN Manado, Kelurahan Tateli Satu, Kecamatan Mandolang.

Dalam kegiatan tersebut, tampil sebagai narasumber utama, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia (RI), Dr. KH. Romi R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., dan dihadiri seluruh civitas akademika IAKN Manado yang terdiri dari 115 dosen, 3.384 mahasiswa.

Saat membawakan sambutan, Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd., turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Tentu patut menaikkan pujian syukur kepada Tuhan, atas tuntunannya yang telah memungkinkan kita untuk berkumpul dan mengikuti kuliah umum ini,” ucapnya.

Kesempatan itu, rektor memaparkan perjalanan dan perkembangan IAKN Manado.

“Perguruan Tinggi Agama Kristen Negeri Manado berdiri tahun 2007 sebagai Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Manado. Kemudian tahun 2018 beralih status menjadi Institut Agama Kristen Negeri Manado,” katanya.

Lanjut rektor, sekarang kampus sedang dalam proses menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) Manado, dengan harapan besar dapat rampung di tahun mendatang.

Selanjutnya, Wuwung pun menjelaskan struktur akademik yang ada di IAKN Manado.

“Kami memiliki tiga fakultas. Yaitu Fakultas Teologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen, dan Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, serta satu program pascasarjana. Kami dengan sukacita menyambut Bapak Wamenag untuk berbagi wawasan dalam tema prioritas nasional ini,” jelasnya.

Mengenai tema moderasi beragama, rektor menegaskan bahwa IAKN Manado terus aktif dalam mendukung program ini.

“Kami telah melaksanakan berbagai kegiatan penguatan moderasi beragama, termasuk melalui program sosialisasi dan pembinaan di bawah Dirjen Bimas Kristen. Salah satu upaya nyata, adalah mendirikan pusat moderasi beragama di Desa Kalasey Satu, Kabupaten Minahasa, yang berdekatan dengan kampus utama,” ungkap Wuwung.

Rektor juga menyoroti, pentingnya peran IAKN Manado dalam membangun kerukunan di Sulawesi Utara (Sulut).

“Kami percaya bahwa IAKN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kemajemukan di Sulut. Tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui aksi nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan, slogan khas Sulawesi Utara, “Torang Samua Basudara”, harus diangkat sebagai nilai penting dalam menjaga persaudaraan.

“Slogan ini mengajarkan kita untuk hidup sebagai saudara, dengan rasa peduli satu sama lain. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus memupuk kebersamaan dan keberagaman di Sulut,” ungkapnya.

“Kiranya kuliah umum ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua, untuk terus membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman. Selamat mengikuti kuliah umum, semoga membawa berkat bagi kita semua,” pungkasnya. (Mexie Suot)

BERITA TERKAIT

Back to top button