Mahasiswa Prodi Psikologi Kristen IAKN Manado Gelar Seminar di SMKN PP Kalasey

TIMURTIMES.COM, Manado – Mahasiswa semester 3 Program Studi Psikologi Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, menggelar seminar bertema “It’s Okay to Not Be Okay” di SMK Negeri Pembangunan Pertanian Kalasey, Selasa, 12 November 2024.
Ketua panitia, Kevin Palit, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat yang kami kemas dalam bentuk acara seminar pencegahan bunuh diri,” kata Kevin.
Tema seminar ini diangkat untuk mendorong siswa agar berani menghadapi tekanan hidup dengan cara yang sehat.
“Tema yang kami angkat itu it’s okay to not be okay atau menghadapi tekanan hidup dengan sehat,” lanjut Palit.
Melalui tema ini, para mahasiswa berharap siswa dapat lebih memahami bahwa tidak ada salahnya merasa tidak baik-baik saja.
Sebanyak 58 siswa dari SMK Kalasey, yang berasal dari kelas 10 dan 11 jurusan Agribisnis Tanaman, Agribisnis Hortikultura, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, berpartisipasi dalam seminar tersebut.
Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan anak muda, terutama para siswa.
“Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang merupakan siswa dari SMK Kalasey,” tambahnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber seorang Psikolog Profesional yang juga merupakan dosen dan Sekretaris Program Studi Psikologi Kristen IAKN Manado, Astrid Lingkan Mandas, M.Psi.
“Narasumber dalam kegiatan seminar ini adalah seorang psikolog yang profesional dan ahli dalam bidangnya,” sebut Palit.
Dalam paparannya, Astrid menekankan pentingnya mengenal tanda-tanda awal tekanan hidup dan gejala bunuh diri, serta cara pencegahannya.
Salah satu materi yang diangkat adalah simbol titik koma (semicolon), yang melambangkan jeda sebelum melanjutkan hidup.
Astrid menekankan bahwa perasaan seperti sedih, takut, atau terpuruk adalah hal yang wajar dalam menghadapi tekanan hidup.
“Narasumber juga menekankan bahwa tidak apa-apa jika merasa tidak kuat, merasa sedih, takut, bahkan pun merasa terpuruk jika ada dalam tekanan,” jelas Palit.
Kegiatan ini juga mencakup sesi diskusi tanya jawab dan refleksi. Para siswa, panitia, bahkan guru yang hadir ikut berpartisipasi dalam sesi “pohon harapan,” di mana mereka menuliskan harapan dan afirmasi positif bagi masa depan.
“Kegiatan pohon harapan diadakan untuk menulis setiap harapan, afirmasi positif dari diri masing-masing di masa untuk masa yang akan datang,” ujar Palit.
Palit berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan empati dan solidaritas di kalangan siswa.
“Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat terutama di kalangan anak muda tentang pentingnya kesehatan mental,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenali tanda-tanda awal dari bunuh diri.
Di akhir wawancara, Kevin menyampaikan harapannya untuk Program Studi Psikologi Kristen IAKN Manado agar terus berkontribusi dalam masyarakat.
“Harapan saya untuk Prodi Psikologi Kristen semoga ke depannya bukan hanya menjadi lembaga akademik bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu tetapi juga dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat,” tutupnya. (Mexie Suot)



