Mahasiswi IAKN Manado, Jelzgia Dilly Jawara Lomba Pengutamaan Bahasa Negara

TIMURTIMES.COM, Manado – Mahasiswi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan, Program Studi Psikologi Kristen, Jelzgia Ketsya Dilly, berhasil meraih juara harapan 2 atau juara kelima dalam lomba pidato Pengutamaan Bahasa Negara.
Lomba ini diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara dan Ikatan Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa, 12 November 2024.
“Saya Jelzgia Ketsya Dilly, menjadi utusan dari Institut Agama Kristen Negeri Manado, Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan dengan Program Studi Psikologi Kristen,” katanya.
Jelzgia mengaku, merasa gugup dan takut saat menghadapi persaingan yang ketat dengan peserta lain yang juga memiliki talenta luar biasa.
“Ketika saya mengikuti lomba tersebut, tentu sebagai manusia biasa, saya merasa gugup dan takut karena bukan hanya saya yang mengikuti lomba, tetapi banyak teman-teman yang bertalenta lainnya yang mengikuti lomba tersebut,” kata Dilly.
Awalnya, Jelzgia sempat merasa ragu bisa meraih juara karena banyak peserta lain yang lebih hebat darinya.
Namun, berkat dukungan banyak pihak, terutama keluarganya, Jelzgia tetap termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam lomba tersebut.
“Puji Tuhan, karena berkat dan tuntunan Tuhan, Tuhan memberikan saya juara harapan 2,” ujar Jelzgia dengan penuh syukur.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada banyak orang di belakangnya yang memberikan dukungan, dorongan, dan keyakinan kepadanya untuk mengikuti lomba ini dengan baik.
Jelzgia mengakui bahwa proses menuju pencapaian ini tidaklah mudah. Ia harus melalui berbagai persiapan dan perjuangan sebelum akhirnya dapat bersaing di tingkat provinsi.
“Untuk proses saya sampai di titik sekarang ini, saya melewati banyak hal sebelum mengikuti lomba pidato ini,” ucapnya.
Ini bukan kali pertama bagi Jelzgia mengikuti lomba pidato; sebelumnya, ia juga pernah mengikuti lomba serupa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa di lingkungan kampus IAKN Manado.
Dalam perjalanan persiapannya, Jelzgia merasa dukungan dari orang-orang terdekatnya sangatlah penting, termasuk dukungan dari kakaknya yang setia memberinya semangat.
“Khususnya untuk kakak saya, Kakak Monika, yang selalu mendukung saya. Dia adalah orang yang membuat saya yakin untuk mengikuti lomba ini,” ungkapnya.
Tidak lupa, ia juga merasa bahwa kekuatan dan ketenangan yang ia miliki berasal dari campur tangan Tuhan.
Setelah meraih penghargaan ini, Jelzgia berharap dirinya dapat terus berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal dan mengutamakan bahasa Indonesia.
“Harapan saya ke depan, kiranya saya juga dapat berperan penting, dapat berkenan aktif di dalam melestarikan budaya-budaya lokal,” harapnya.
Ia juga ingin menguasai bahasa asing sebagai bentuk kontribusi pada pelestarian dan pengembangan bahasa.
Jelzgia memberikan pesan kepada teman-teman yang memiliki minat untuk mengikuti lomba-lomba serupa agar mempersiapkan diri dengan baik, termasuk mendalami tentang bahasa negara dan bahasa Indonesia.
“Mari teman-teman, kita menggali lagi, kita mencari informasi yang lebih spesifik tentang apa itu bahasa negara, apa itu Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar anak muda tetap melestarikan bahasa daerah masing-masing, seperti bahasa Talaud dan bahasa Minahasa.
Sebagai penutup, Jelzgia memberikan semangat bagi mereka yang ingin mengikuti lomba di bidang bahasa untuk percaya diri dan mempersiapkan mental.
“Kuatkan diri sendiri, ketika walaupun tidak ada orang yang menguatkan kita, tetapi ada diri kita sendiri,” tuturnya.
Jelzgia percaya bahwa dengan mendukung dan mendukung diri sendiri, seseorang akan terdorong untuk terus berusaha meraih prestasi. (Mexie Suot)



