PENDIDIKANSulutTerkini

Wakil Dekan III Respons Positif Pemilihan BEM FIB Unsrat 

TIMURTIMES.COM, Manado – Pemilihan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) memasuki tahap-tahap akhir.

Menanggapi proses tersebut, Dr. Ivan R. B. Kaunang, M.Hum., Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Bidang Kemahasiswaan, menyampaikan pandangannya mengenai sosok pemimpin yang diharapkan dapat memimpin organisasi mahasiswa ke depan.

“Harapan untuk BEM tentu saya kira sama, semua mahasiswa itu tidak hanya pintar tetapi juga beriman. Kalau kita bicara pintar, itu berkaitan dengan prestasi akademik, seperti IPK 3 ke atas. Namun, beriman itu berkaitan dengan moralitas, etika, dan sopan santun,” katanya saat diwawancarai, Rabu (20/11/2024).

Menurut Kaunang, kepemimpinan dalam organisasi BEM membutuhkan kemampuan lebih dari sekadar kecerdasan akademik.

“Ada orang yang pintar tapi sulit bergaul, ada yang pintar tetapi sulit bekerja sama dalam hal positif. hanya kutu buku. Sulit untuk menjadi seorang leadership, karena maknanya luas. Pemimpin harus bisa mengayomi baik yang mendukung maupun yang tidak mendukungnya setelah terpilih,” tambahnya.

Kaunang juga menegaskan bahwa Ketua BEM harus menjadi sosok yang dapat merangkul semua pihak, tanpa memandang latar belakang mereka.

“Harapan saya, Ketua BEM atau Dewan Pimpinan Mahasiswa (DPM) yang terpilih tidak hanya pintar berprestasi secara akademik, tetapi juga bermoral, beretika, sopan santun, dan mampu bekerja sama dengan pimpinan, mahasiswa, serta organisasi seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan himpunan jurusan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kaunang mengingatkan pentingnya inklusivitas dalam kepemimpinan.

“Menjadi Ketua BEM adalah milik semua, bukan hanya milik sekelompok orang atau unit kegiatan tertentu. Dia harus menjadi milik semua,” katanya.

Dalam proses pemilihan, Kaunang memberikan pesan kepada mahasiswa untuk memilih kandidat yang benar-benar memiliki potensi kepemimpinan yang baik.

“Pilihlah orang yang benar-benar menurut anda mampu menjadi pemimpin BEM atau DPM di masa depan untuk FIB. Sebab, dalam konteks ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat maju, sehingga pemimpin perlu beradaptasi dan mampu bekerja sama dengan pimpinan,” pesannya.

Ia juga menekankan agar mahasiswa yang menjabat di BEM dan DPM tetap menjaga komitmen mereka terhadap pendidikan.

“Jangan jadikan BEM dan DPM itu alasan untuk tidak kuliah. Semakin anda mendapatkan tugas dan tanggung jawab, semakin Anda harus berprestasi,” tegas Kaunang.

“Semoga dalam proses pemilihan BEM di Fakultas Ilmu Budaya ini boleh aman, lancar, dan mendapatkan pemimpin yang terbaik. Tuhan kiranya menolong,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan mahasiswa di FIB Unsrat, dengan harapan melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dan memajukan fakultas ke arah yang lebih baik. (Mexie Suot)

BERITA TERKAIT

Back to top button