Di Mata Ketua DPRD, Firji Adalah Fajar Baru Negeri

Catatan: Matt Rey Kartorejo
Di BAWAH langit Totabuan yang mendung, angin bertiup lembut membawa kabar bahagia: Firji Beeg telah kembali.
Sabtu pagi, 23 Agustus 2025, bukan pagi yang biasa di tanah Bolaang Mongondow Timur. Sebab di balik deru kendaraan dan hiruk sorai di Lapangan Torotakon Buyat, terselip rasa haru yang sulit diterjemahkan. Warga berkumpul, tak sekadar untuk menyambut seorang pemuda, tapi untuk memberi pelukan hangat kepada seorang anak negeri yang telah menorehkan nama daerah di langit Istana Merdeka.
Firji Beeg, Paskibraka Nasional 2025, kini kembali menjejak tanah kelahirannya. Di balik sikapnya yang sederhana, ada kedewasaan yang terasah oleh disiplin dan tugas kenegaraan. Di balik seragamnya yang rapi, ada cerita panjang tentang semangat, kerja keras, dan doa orang tua yang tak pernah putus.
Ketua DPRD Boltim, Samsudin Dama, ST., ME., berdiri di barisan terdepan. Tatapannya penuh bangga, senyumnya hangat, dan ucapannya mengalir seperti doa yang telah lama disiapkan.
“Terima kasih sudah membawa harum nama Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ananda Firji Beeg. Selamat datang kembali di tanah Totabuan,” ujarnya penuh makna.
Ucapan itu tak hanya ditujukan untuk Firji seorang. Di dalamnya, ada pesan untuk seluruh generasi muda Boltim: bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, jika dijalani dengan tekad yang utuh. Bahwa tanah Totabuan tak pernah kekurangan anak-anak hebat, hanya butuh ruang dan dorongan untuk bangkit.
Firji adalah simbol. Bukan hanya karena ia berdiri gagah di Istana Negara, tapi karena ia telah menunjukkan bahwa anak desa pun bisa berdiri sejajar di panggung nasional.

Kepulangannya adalah pelita bagi mereka yang masih menapaki jalan panjang perjuangan. Bahwa siapa pun bisa membawa harum kampung halaman, selama ada niat, kerja keras, dan cinta akan tanah sendiri.
Hari itu, langit Boltim seolah berkata: “Selamat datang kembali, Ananda Firji. Jejakmu takkan hilang, akan tumbuh menjadi inspirasi di hati anak-anak Totabuan.” (*)



