Ketua DPRD Boltim dan Perjalanan Menuju Kementerian Pendidikan

Catatan: Matt Rey Kartorejo
TIMUR TIMES BOLTIM –
DI TENGAH gelombang efisiensi anggaran yang melanda negeri, semangat seorang Samsudin Dama tak kunjung padam. Dalam dirinya menyala bara kecil yang menolak redup: bara pengabdian untuk tanah kelahirannya, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Ia tahu, pembangunan bukan hanya perkara angka dan laporan, tetapi soal cinta, tekad, dan keberanian memperjuangkan harapan rakyat di tengah keterbatasan.
Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, beriring langkah dengan Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Sumaiku, perjuangan itu menjelma nyata. Melalui Dinas Pendidikan, lahirlah sebuah permohonan besar: revitalisasi sekolah-sekolah di Boltim, senilai kurang lebih tiga puluh miliar rupiah. Di dalamnya tersimpan impian anak-anak di lima PAUD, tujuh belas SD, dan enam SMP, impian tentang ruang belajar yang layak, tembok yang kokoh, dan cahaya ilmu yang tak padam meski listrik mati.
Sebelum membawa harapan itu ke ibu kota, Samsudin meniti langkah hati-hati. Ia berkonsultasi dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, mencari restu dan arahan. Sambutan hangat datang dari Kepala BPMP, yang tak hanya memberi apresiasi, tetapi juga berjanji mengawal langkah perjuangan ini hingga sampai ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Jakarta.
“Salut,” ucap sang kepala lembaga, “kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD yang tetap seirama demi masa depan daerahnya.”

Di bawah langit timur yang perlahan merekah, perjuangan itu terus berdenyut. Barangkali angka tiga puluh miliar hanyalah simbol. Yang lebih besar dari itu adalah tekad—tekad untuk memastikan bahwa di setiap sudut Boltim, anak-anak dapat belajar dengan layak, tumbuh dengan harapan, dan bermimpi setinggi matahari yang terbit di ufuk timur. (*)



