FEATURE

Antara Terik, Debur Ombak, dan Tanggung Jawab Parlemen

Langkah Parlemen di Tepi Laut Timur

Catatan: Matt Rey Kartorejo

TIMUR TIMES BOLTIM —

SELASA, 4 November 2025. Waktu menunjuk pukul sepuluh lewat tiga puluh menit WITA ketika matahari menggantung gagah di langit Bolaang Mongondow Timur. Cahaya keemasannya menimpa barisan orang-orang berseragam rapi yang melangkah pasti di tepian laut Kotabunan. Di sanalah, di bawah panas yang menyengat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Samsudin Dama, memimpin sebuah perjalanan kecil yang bermakna besar: kunjungan lapangan, sebagai wujud nyata dari fungsi pengawasan parlemen terhadap denyut pembangunan daerah.

Angin laut berhembus lembut, membawa aroma asin yang berpadu dengan harapan. Di kejauhan, ombak kecil menepuk dermaga yang masih setengah jadi, seperti menyapa mereka yang datang untuk memastikan mimpinya segera menjadi nyata. Para anggota dewan berdiri menyimak, mata mereka menelusuri setiap detail pekerjaan yang tengah berjalan, setiap papan, setiap paku, setiap deru mesin yang seolah berdialog dengan waktu.

Foto: Istimewa

Di antara suara debur laut, Samsudin Dama angkat bicara. Suaranya tegas namun berbalut kehangatan, menembus udara siang yang menggigil oleh panas.

“Pembangunan dermaga ini harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya, “selesai tepat waktu agar segera bisa digunakan oleh rakyat.”

Foto: Istimewa

Kalimat itu meluncur seperti janji, menggema di antara batu, air, dan langit. Dermaga Kotabunan bukan sekadar bangunan beton dan besi, ia adalah pintu harapan, nadi ekonomi, dan wajah masa depan bagi mereka yang hidup di pesisir timur Totabuan.

Dan siang itu, di bawah sinar mentari yang tak kenal ampun, kerja pengawasan menjelma menjadi doa: agar setiap tetes keringat yang jatuh di dermaga itu, kelak terbayar dengan kesejahteraan yang berlabuh di hati rakyatnya. (*)

BERITA TERKAIT

Back to top button

badak88

dazbet

rajajp88

hokigacor

slot88

slot777

slot gacor

idnslot