Kaligis: Masyarakat Miliki Peran Penting Menjaga Persatuan Bangsa

TIMURTIMES.COM, Tomohon – Sinergitas adalah upaya bersama untuk menyatukan kekuatan demi mencapai tujuan bersama. Melalui sinergi, berbagai sumber daya dari setiap entitas dapat digabungkan dan diarahkan ke tujuan yang sama. Dengan begitu, visi pembangunan yang berujung pada kesejahteraan rakyat dapat terwujud.
Hal itu disampaikan Penjabat Sementara (Pjs). Wali Kota Tomohon, Ir. Fereydy Kaligis, M.A.P., saat menghadiri Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kota Tomohon, Jumat (22/11/2024) di Emera Hills Tomohon.
Dikatakannya, dalam konteks ini, pemerintah daerah Kota Tomohon membutuhkan bantuan dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk masyarakat, TNI, dan Polri. Sinergitas menjadi pengikat yang menyatukan berbagai elemen, memungkinkan setiap pihak memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.
“Masyarakat memainkan peran penting sebagai unsur pendukung dalam menjaga keamanan dan pertahanan. Rasa saling memiliki antara masyarakat, pemerintah, dan TNI harus didasarkan pada nilai-nilai nasionalisme, semangat kebangsaan, dan bela negara. Dengan demikian, semangat untuk menjaga persatuan bangsa, khususnya di Kota Tomohon, dapat terus dipertahankan,” kata Kaligis.
Lanjutnya, kehidupan sehari-hari kebutuhan rumah tangga yang tidak terpenuhi sering kali menjadi pemicu perselisihan dalam keluarga. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan dan membantu pemerintah dalam mencapainya. Dengan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, keluarga akan lebih harmonis, dan stabilitas sosial dapat terjaga.
“Sebagai masyarakat, kita juga perlu berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah terkait ketahanan pangan dan kesejahteraan. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik,” ucapnya.
Dijelaskannya, untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045, nilai-nilai Pancasila harus dipahami dan diterapkan secara utuh. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, berdaya saing, dan tidak menjadi beban dalam pembangunan. Dalam momen ini, penting bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, mempererat tali persaudaraan, dan menghadirkan perubahan positif demi mewujudkan visi bersama.
“Keberagaman suku dan agama di Indonesia adalah dasar persatuan bangsa. Dari keberagaman inilah Pancasila lahir, menjadi pedoman yang menyatukan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban, yang merupakan fondasi bagi keberhasilan pembangunan,” ungkapnya.
Kaligis menambahkan, sebagai upaya meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat, pemerintah Kota Tomohon mengajak masyarakat untuk memahami Pancasila secara mendalam. Salah satu langkah konkret adalah melibatkan masyarakat dalam kegiatan seperti pembacaan teks Pancasila di hadapan peserta kegiatan, guna melihat sejauh mana masyarakat teredukasi tentang bela negara.
“Pemerintah berharap sinergitas lintas sektoral yang terbangun dapat menghadirkan perubahan positif di Kota Tomohon. Dengan kolaborasi, gotong royong, dan komitmen bersama, Kota Tomohon dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi keamanan dapat menciptakan keamanan, kesejahteraan, dan ketahanan nasional,” harapnya.
“Semua elemen masyarakat diajak untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila, membangun rasa persatuan, menjaga ketahanan pangan, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut, kita bersama-sama dapat menyongsong masa depan yang lebih cerah, menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
Diketahui, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Dandim 1302 Minahasa, Letkol. Infantri Muktabir. Terlihat hadir, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tomohon, Stenley Mokorimban, S.H., bersama Jajaran pemerintahan serta berbagai unsur lapisan masyarakat se-Kota Tomohon. (Etzar Frangky Tulung)



