FEATURE

Menikmati Indahnya Lakban Beach Bersama Keluarga

Oleh: Djumadi Bawenti


MINGGU 27 Februari 2022, aku bersama keluargaku Refreshing ke Pantai Lakban. Kami tertarik dengan keindahan pantai yang terdapat Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara itu. Destinasi wisata tersebut sangat mempesona. Di sebuah gubuk kecil, aku menghadap ke arah timur melihat gumpalan ombak kecil yang datang dari laut. Angin yang berhembus ke arah barat, menambah suasana lebih adem.

Istriku Narti mengantarkan aku secangkir kopi hitam dan berkata, “Minum kopi dulu,” ucapnya.

Menikmati secangkir kopi yang masih panas membuat suasana di tempat itu semakin indah. Istriku kemudian mengajak aku berfoto di bawah pohon Ketapang kecil. Ia sepertinya tertarik dengan pohon tersebut. Tiupan angin yang sejuk membuat daun-daun bergoyang seakan ada Irama dari gesekan ombak.

Usai berswafoto, aku beranjak menghampiri rumah Lia, saudara istriku. Kala itu, dia lagi asyik menyayikan lagu milik Nike Ardila. walaupun alat musiknya sederhana, namun suana di dalam rumah bersama anak-anak semakin meriah.

Saya menghampiri warga yang sedang asyik duduk di depan rumah dan bertanya, “Apa setiap hari Minggu ada wisatawan yang datang berkunjung di Pantai Lakban?

“Iya banyak yang datang meluangkan waktu bersama keluarga mereka di Pantai Lakban ini, keindahannya membuat mereka tertarik, yang sering datang kesini dari Kota Tomohon, Kotamobagu, Manado untuk Refreshing di sini, ” jawab Lan Makalalag.

Aku kemudian memalingkan badan dan melihat istri dan anakku Naya yang sedang asyik mandi di pantai. Fenomena itu membuat hatiku riang gembira.

Pantai Lakban memang sangat mempesona. Pepohonan yang berjejer menambah daya tarik pesisir Mitra itu.

Langit biru, awan putih yang tertata di udara dan gunung serta keberadaan perahu nelayan, sangat memanjakan mata di waktu petang.

Wisatawan dari luar daerah terlihat banyak yang turun ke pantai untuk menikmati indahnya Lakban Beach.
Tiupan angin serta ombak kecil seakan ada suara riang gembira dari pecahan ombak kecil itu, membuat suasana lebih bersemarak.

Tak terasa waktu sudah berjam-jam, aku melihat matahari akan tenggelam di ujung barat dan berkata pada istriku untuk kembali ke rumah.

Dalam perjalanan pulang, aku berkata pada istri dan anakku Naya agar pekan depan akan kembali lagi ke Pantai Lakban. “Minggu depan bagaimana kalau kita datang lagi dan membawa bekal yang cukup?”

“Istriku menjawab insyaallah umur panjang kalau yanda ada halangan.”

Aku begitu lega, begitupun istri dan anakku. Ekspresi bahagia terpancar dari raut waja mereka berdua. membuat hatiku berbunga-bunga. (*)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Back to top button

badak88

dazbet

rajajp88

hokigacor

slot88

slot777

slot gacor

idnslot