Senja yang Tak Biasa

Catatan Matt Rey Kartorejo
TIMURTIMES.COM – Senja di pelabuhan kecil itu selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi Dara. Setiap sore ia datang untuk menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam di balik lautan, meninggalkan guratan jingga yang memantul di permukaan air.
Bagi Dara, senja adalah waktu paling tenang di dunia. Semua terasa sepi, hanya desiran ombak dan bisikan angin yang menemani.
Namun, hari ini ada yang berbeda. Di kejauhan, Dara melihat sosok pria yang tampak termenung di ujung dermaga. Sosok itu terlihat asing, wajahnya menyimpan lelah yang dalam, seakan sedang mencari sesuatu yang hilang.
Tanpa sadar, langkah Dara mengarah ke sana. Ia tak tahu kenapa, tapi ada sesuatu yang menariknya. Saat Dara semakin dekat, pria itu menyadari kehadirannya. Mereka saling memandang dalam diam, hingga akhirnya pria itu tersenyum tipis.
“Senja di sini selalu indah, ya?” pria itu membuka pembicaraan, suaranya lembut, seakan menenangkan.
Dara mengangguk. “Iya, saya suka datang ke sini untuk menenangkan diri,” jawabnya sambil tersenyum.
Mereka berbincang sejenak, berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing. Pria itu, bernama Bayu, ternyata baru saja kehilangan sahabat terbaiknya dalam sebuah kecelakaan. Perasaan kehilangan itu begitu menyakitkan hingga ia memutuskan datang ke pelabuhan ini, tempat yang dulu sering ia datangi bersama sahabatnya.
Dara mendengarkan dengan penuh empati. Ia memahami rasa kehilangan, karena ia pun pernah merasakan hal yang sama beberapa tahun lalu. Keduanya larut dalam cerita hingga senja berubah menjadi malam. Bintang-bintang mulai bertaburan di langit, menjadi saksi pertemuan mereka yang begitu sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam.
Saat Bayu beranjak pergi, ia berterima kasih pada Dara karena sudah mendengarkannya. “Kadang, kita hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan,” katanya. Dara mengangguk, merasa pertemuan ini adalah takdir kecil yang indah.
Setelah Bayu pergi, Dara duduk kembali di pinggir dermaga, memandangi langit yang mulai gelap. Senja ini memang berbeda, karena ia telah menemukan teman baru dalam kesunyian yang ia cintai. (*)



